Vibiz Media

Vibiz Media
Pasangkan Iklan anda di web portal kami

Berita Daerah

Berita Daerah
Media Pemasangan Iklan Daerah & Investasi Daerah

Vibiznews

Vibiznews
Media Pemasangan Iklan Seputar Investasi & Ekonomi

Info Teknologi

Info Teknologi
Media Pemasangan Iklan Seputar Teknologi

Info Belanja

Info Belanja
Media Pemasangan iklan Seputar Market

Training COA

Training COA
Training COA bersama Property Bisnis Academy

Yen Turun Melanjutkan Penurunan Pagi Ini

Yen memulai minggu yg baru dalam tekanan setelah negara G20 berhenti mengkritik kebijakan “reflationary” Jepang yang membuat yen tumbang

Pagi ini yen turun terpantau berada pada posisi 99.87 per dollar AS. Posisi yen mengalami penurunan dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang ada di level 99.52 per dollar AS. Posisi yen saat ini sekaligus menjadi yang paling rendah sejak tanggal 14 April 2009 yang lalu

Yen tergelincir kearah 100 per dolar AS suatu level yang belum pernah tercapai sejak empat tahun lalu dengan G20 tidak menentang kebijakan BOJ

Dolar/yen kemungkinan bisa naik ke sekitar 105 di bulan-bulan yang akan datang

Mengakhiri minggu lalu, bearish AUD/USD menguat dengan AUD/USD terjual & terdorong kebawah level 1.03. Saat ini sedang mencoba naik & mencapai 1.03

Emas diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi pagi hari ini. Hal ini bisa menolong AUD untuk memulihkan beberapa kerugian sebelumnya.

Pada perdagangan hari ini aussie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung menguat (22/04). Aussie mengalami peningkatan terhadap dollar AS seiring dengan rally harga emas. Para pelaku pasar kembali berminat untuk mengoleksi mata uang dan aset yang berisiko.

Mata uang Australia ini mengalami rebound setelah pada minggu lalu menggenapi penurunan mingguannya. Kenaikan aussie hari ini juga turut dipicu oleh kinerja bursa-bursa saham Asia yang cukup baik.

Hari ini aussie terpantau berada pada posisi 1.0298 dollar. Aussie berbalik menguat setelah pada perdagangan pekan lalu ditutup pada posisi 1.0276 dollar.

Pada perdagangan hari ini mata uang euro tampak berusaha bergerak rebound terhadap dollar AS (22/04). Menguatnya euro hari ini terjadi menjelang pengambilan sumpah Giorgio Napolitano sebagai presiden Italia untuk masa jabatan kedua.

Potensi terbentuknya pemerintahan di Italia memberikan dorongan positif untuk euro. Hari ini euro naik ke posisi 1.3075 dollar. Euro menguat dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya akhir pekan lalu yang ada di level 1.3051 dollar.

Setelah pada perdagangan di akhir minggu lalu kemarin bergerak turun , kurs Pound sterling Inggris pada sore hari ini ( 04/22, 09.52 GMT ) nampak rebound terhadap Dollar AS. Dibuka pada 1.5224 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar + 12 pips atau sekitar + 0.07 % dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 1.5236.

Secara umum Pound terpantau menguat lebih karena didorong oleh faktor koreksi teknis, dimana beberapa indikator teknikal menunjukkan masih terjadinya pergerakan di area oversold setelah sempat merosot tajam pada perdagangan di akhir minggu lal

Tindakan Keras dari Inggris terhadap pulau Cayman dan British Virgin yang merupakan “tax heaven” adalah sejalan dengan penurunan pajak

GDP AS akan di revisi lebih tinggi $500 miliar mengikuti tambahan dari “Intangible” terhadap ekonomi.

Harga rumah Hongkong akan jatuh sebesar 25% setelah pemerintah mengeluarkan aturan mengerem bubble asset dan naiknya tingkat bunga mortgage.

Analisa Tehnikal pagi waktu AS. EURUSD terpaku di range 1.30 dan 1.32 dan kecil kemungkinan Break Out dalam jangka pendek. Sterling mendapatkan support lagi di 1.52 & 1.51

Pada pergerakan forex sesi Eropa siang hari ini ( 04/22, 07.50 GMT ), indeks kurs Euro secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 108.42 di awal perdagangan (00.00 GMT). Indeks mata uang tersebut telah turun sekitar -17 pips atau sekitar -0.15 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 108.25.

Sentimen negatif terhadap Euro nampak menguat setelah terkait dengan pernyataan pimpinan bank sentral Jerman, Jens Weidmann, bahwa European Central Bank perlu untuk menurunkan suku bunga acuan, sebagai bentuk pelonggaran moneter yang lebih intens untuk memulihkan ekonomi.

Perjuangan Spanyol untuk keluar dari resesi akan meningkat minggu ini dengan data pengangguran mencapai puncaknya.

Pejabat ECB Constancio mengatakan pemotongan tingkat suku bunga ECB selalu dimungkinkan dan tergantung pada informasi

Defisit pemerintah area euro tahun 2012 menurun dibandingkan dengan tahun 2011, sementara hutang pemerintah naik dari 87.3% menjadi 90.6%

Setelah pada perdagangan di akhir kemarin bergerak naik, indeks kurs Dollar AS malam hari ini ( 04/22, 11.39 GMT ) masih bergerak naik melanjutkan pergerakan positif tersebut. Harga pembukaan indek kurs Dolar AS berada pada 82.75 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah terangkat tipis sekitar + 2 pips atau sekitar + 0.02 % dan nilai bergulir terpantau berada di 82.77.

Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak cukup menguat, menjelang laporan dari National Association of Realtors (AS) yang akan menyampaikan data terkini pada sektor perumahan. Terkait dengan hal ini diharapkan adanya sinyal positif pada kinerja penjualan rumah bukan baru di bulan Maret.

Indikator Existing Home Sales pada periode sebelumnya menunjukan nilai 4.98M. dan diperkirakan akan membaik ke angka 5.02M. Sampai sejauh ini indikator Existing Home Sales menunjukkan pola recovery setelah sempat amblas ke angka 4.11M di tahun 2008.(Jul Allens/JA/VBN)

Efek Penularan Lanjutan dari Kasus Siprus

Untuk pertama kali sejak pemotongan obligasi Yunani (yang memukul bank-bank di Siprus dan boleh dibilang kunci penggerak kekacauan di Siprus) rasa sakit yang sesungguhnya kena pada investor daripada pembayar pajak. Hal ini membawa pada resiko menular sebagaimana akan dijelaskan dalam efek bercabang dibawah ini.

1. Resiko Sistematik.
Pasar heboh pada saat diumumkan mengenai “bailout” Siprus yang menjadi preseden untuk penyitaan deposit dan kontrol modal di dalam bailouts bank Uni Eropa di masa yang akan datang. Implikasinya adalah meningkatnya resiko dari pelarian uang dari bank secara massif pada bank-bank Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol dan berakhirnya Uni Eropa.

Situasinya seperti di Amerika Serikat dimana para deposan pada bank lokal yang kecil kehilangan semuanya ketika otoritas federal menutup bank tetapi mereka yang di bank-bank besar dengan deposan dari perusahaan-perusahaan besar dan kehadiran internasional justur mendapatkan bantuan dana talangan.

2. Keluar dari Zona Euro.
Tidak jelas apakah Siprus bisa menghindari spiral kematian dan kemungkinan keluar dari zona euro. Pukulan yang mematikan kena kepada industri utama dan majikan pembayar gaji terbaik yaitu industri offshore banking.
Pukulan ini juga telah meninggalkan hutang sebesar 140% dari GDP, yang kebanyakan ekonom tidak percaya akan bisa ditanggung oleh Siprus. Ekonomi Siprus telah kehilangan penggerak ekonomi utamanya yaitu offshore banking, jadi kesempatan untuk bisa pulih kembali benar-benar nol.

3. Kontrol modal
Kontrol modal di Siprus berarti meledaknya EUR secara de facto. Jika Euro Siprus tidak likuid seperti Euro yang lainnya, maka nilainya sudah tidak sama lagi dan dengan demikian Siprus tidak lagi anggota zona euro secara penuh. Tidak diragukan lagi, deposan di bank-bank lain di negara yang beresiko akan membuat catatan, dan mereka yang depositonya diatas 100.000 Euro di bank mana saja, akan jadi lebih terdorong untuk mengambil dana ini dimana saja selagi mereka masih bisa.

Kontrol ini antara lain termasuk batas penarikan sebesar 300 Euro saja, Maximum transfer sebesar 5000 euro, restriksi dalam penggunaan kartu kredit dan batasan 1000 euro yang bisa diambil sebelumnya. Hal ini berarti yang keempat.

4. Resiko menular meningkat.
Kasus Siprus tanpa ragu lagi membuat para deposan bank (termasuk yang di AS dan Inggris) menjadi kurang aman dari yang sebelumnya dipercayai, apalagi mereka yang ada di bank-bank di negara Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol. Resiko ini sekarang memberatkan para deposan dari bank-bank di negara-negara Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol.

Jadi kenapa harus menaruh deposit di bank-bank negara Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol kecuali memang benar-benar perlu?.
Selain itu dimasa yang akan datang, dana talangan akan menjadi lebih sukar. Akan menjadi bunuh diri secara politik bagi pemimpin negara pemberi dana untuk memberikan dana talangan kepada negara-negara berhutang tanpa lebih dulu memeras dana tunai dari negara-negara ini secara maximum. Selanjutnya bank-bank negara-negara Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol lebih sukar mendapatkan kredit interbank yang diperlukan untuk operasi sehari-hari.

5. Kecemasan Uni Eropa yang berkelanjutan
Kecemasan Uni Eropa yang berkelanjutan berarti tren turun EUR yang berkelanjutan, atau tren naik USD di bulan-bulan yang akan datang. Saham-saham Eropa telah bergerak mendatar dan menurun dalam beberapa minggu belakangan, tetapi EURUSD dan pasangan EUR lainnya telah meluncur turun dengan keras sejak awal Februari.
Kecuali ada gerakan-gerakan bersifat koreksi jangka pendek, tren jangka panjang ini, yang terjadi sejak awal 2011, akan tetap tinggal seperti ini, dan memberikan suatu support bagi USD dan investasi USD.

6. Dana talangan yang lebih kasar
Akan dana talangan yang lebih kasar sampai pemilihan Jerman. Pemberi suara dalam pemilu Jerman tidak ramah lagi terhadap koalisi yang memerintah beberapa tahun belakangan. Dan ini dipercayai diakibatkan oleh karena kemarahan pada saat melihat uang mereka di pinjamkan atau diberikkan kepada negara-negara Yunani, Itali, Irlandia, Portugal dan Spanyol yang diragukan kelayakannya.

Banyak tulisan telah ditulis mengenai bagaimana “deal” dengan Siprus sesungguhnya dimenangkan oleh Perdana Menteri Jerman Merkel, yang memaksakan pengenaan pajak atas deposito bank. Terakhir kalinya investor swasta (yang sesungguhnya menguasai pasar) yang harus menanggung kesakitan seperti ini adalah pemotongan obligasi Yunani di musim panas 2011 yang mengakibatkan biaya pinjaman di Itali dan Spanyol naik tinggi sekali.

7. Resiko menular melampaui Uni Eropa.
Kasus Siprus menaikkan pertanyaan tentang keamanan deposit bahkan sampai diluar dari Uni Eropa. Investasi mana yang lebih diutamakan pada saat terjadi kegagalan bank, Saving Account atau Derivative Counterparties?

Resiko dari krisis baru di Spanyol dan Itali sedang naik arahnya bersamaan dengan imbal hasil obligasi mereka. Pasar sedang fokus pada Slovenia sebagai hotspot berikutnya
Setelah drama di Siprus kelihatannya mereda dimana telah terjadi kesepakatan untuk memberikan dana talangan kepada Siprus, kecemasan tetap menghinggapi Eropa. Slovenia dan Luksemburg di kuatirkan bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja tanpa terduga dan membuat masalah di zona Euro semakin parah.

Siprus dan Slovenia memiliki persamaan dimana seperti Siprus, bank terbesar di Slovenia memerlukan rekapitalisasi dan pemerintah tidak memiliki cukup uang. Slovenia menolak menjual bank milik negara setelah runtuhnya komunisme. Akibatnya rakyat yang harus menanggung beban melalui pajak. Sekarang banyak proyek yang didanai bank menjadi bangkrut dan tidak dapat membayar pinjamannya lagi.

Siprus dan Luksemburg memiliki kesamaan dimana sama seperti Siprus, Luksemburg juga memiliki besaran industri financial yang melampaui produk domestic bruto (PDB) nya. Neraca perbankan Luksemburg 22 kali lipat dibandingkan dengan besaran ekonominya yang hanya bernilai 44 miliar euro. Luksemburg mengelola asset investasi senilai 2,5 triliun euro atau sekitar 55 kali PDB nya. Ada lima bank domestik dan 136 cabang bank asing dinegara itu.

Pengaruhnya Terhadap Pergerakan EUR/USD
Kenaikan EUR terhadap USD belakangan ini bukanlah kenaikan yang disebabkan oleh fundamental ekonomi yang membaik dari Eropa. Kenaikan EUR adalah hanya karena efek dari program QE yang habis-habisan yang dilakukan Jepang. Euro telah naik tajam sejak Bank of Japan membuat pengumuman mengenai sebuah program “quantitative easing” yang baru pada dua minggu lalu. Euro telah menjadi “best performing major currency” sejak itu.

Namun sesungguhnya indikator ekonomi dari Eropa adalah jauh dari bersinar dan mereka pastilah akan membebani matauang bersama ini, pada saat pasangan matauang ini mendekati level penting di 1.3170, sekalipun jika data AS memburuk secara signifikan. Persoalan Siprus yang telah kita bahas diatas akan menjadi Bom Waktu yang setiap saat bisa meledak dan menyeret EUR turun tiba-tiba dengan cepatnya.

Dengan adanya bahaya laten yang sewaktu-waktu dapat menyeret EUR turun, maka kita harus berhati-hati apabila terjadi penurunan dibawah level kunci 1.3000. Di bawah level ini, maka ada indikasi bahwa harga akan kembali menjadi bearish sebagaimana telah terjadi sejak awal dari Februari. Jika ini terjadi maka objektif dari penurunan harga akan kembali menuju level 1.2650.

Indeks Kurs Dollar Turun, Sektor Manufaktur Melemah

Pada pergerakan forex sesi Amerika hari ini (04/18), indeks kurs Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 82.62 di awal perdagangan (00.00 GMT). Indeks mata uang tersebut telah turun sekitar -3 pips atau sekitar -0.03 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 82.59.

Sentimen negatif terhadap indeks Dollar AS nampak setelah Federal Reserve Bank of Philadelphia melaporkan kepada publik bahwa indeks manufaktur di bulan April mengalami penurunan mengindikasikan lemahnya kinerja di sektor tersebut.

Perkembangan ini ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental Philly Fed Manufacturing Index yang turun ke angka 1.3 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 2.0. Adanya penurunan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 2.7.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian pada hari ini bahwa indeks kurs Dollar AS terpantau menunjukkan pola melemah, dimana pada perdagangan kemarin cenderung menunjukkan pergerakan menguat. Range normal indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 81.97 dan level resistance pada kisaran 82.96.

Perkembangan melemah terjadi pada perdagangan saham di bursa AS dimana indeks saham unggulan Dow Jones Industrial Average pada malam hari ini terpantau melemah sekitar -0.29 % pada 14576.89, dan indeks S&P 500 Index yang melemah sekitar -0.55 % pada 1543.83.

Neraca Perdagangan Jepang Beri Dorongan Yen Naik

Mata uang yen Jepang pada neraca perdagangan hari ini tampak mengalami peningkatan sedikit (18/04). Mata uang yen tampaknya belum akan melanjutkan pergerakan melemahnya yang telah terjadi selama dua hari sebelum hari ini. Yen tampak bergerak naik setelah data ekspor, impor dan neraca perdagangan di bulan Maret membaik.
Pengiriman ekspor mengalami kenaikan sebesar 1.1 persen di bulan Maret lalu dibandingkan dengan periode yang sama satu tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor di bulan Maret tersebut melebihi estimasi yang hanya mengharapkan kenaikan sebesar 0.2 persen saja.
Peningkatan ekspor tersebut serta-merta mendorong mengecilnya defisit neraca perdagangan. Defisit perdagangan Maret turun ke level 362.4 miliar yen (3.7 miliar dolar) dibandingkan dengan 777.5 miliar yen pada bulan Februari lalu.
Pagi ini yen terlihat berada pada posisi 97.86 per dollar AS. Posisi yen tersebut mengalami peningkatan terbatas dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 98.12 per dollar. Selama dua hari sebelum hari ini yen mengalami penurunan disebabkan oleh kurangnya minat para pelaku pasar terhadap aset safe haven.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa untuk perdagangan hari ini pergerakan yen Jepang akan cenderung naik terbatas. Pola pergerakan sideways cukup besar kemungkinannya untuk terjadi, di mana yen akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.60 – 98.20 per dollar AS.

Yen Masih Lanjutkan Penurunan Terhadap Dollar

Pada perdagangan hari ini mata uang yen Jepang terpantau cenderung kembali melemah terhadap beberapa rival utamanya, termasuk juga dolar AS (17/04). Yen memang belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi, akan tetapi melemahnya yen pada perdagangan kemarin sepertinya masih akan bertahan pada perdagangan hari ini.

Yen melemah terhadap mata uang-mata uang yang memberikan imbal hasil tinggi. Para pelaku pasar mulai kembali mencari aset dengan imbal hasil yang lebih tinggi dan meninggalkan aset safe haven. Rally aset-aset safe haven seperti yen diperkirakan sudah terlalu berlebihan.

Sementara itu kenyataan bahwa BoJ membanjiri sektor keuangan dengan dana sebesar 7.5 triliun yen per bulan memberikan para pelaku pasar sentimen bahwa mata uang Jepang masih akan melanjutkan pelemahannya.

Hari ini yen terpantau mengalami pergerakan yang kembali melemah dan berada di posisi 98.02 per dolar AS. Mata uang Jepang ini mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi yaitu 97.54 per dolar AS. Pada tanggal 12 dan 15 April lalu yen mengalami kenaikan yang signifikan setelah bursa saham terpukul dan para pelaku pasar memburu mata uang safe haven.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar yen pada perdagangan hari ini akan cenderung melemah lagi. Kelanjutan pergerakan turun yen dinilai masih cukup berpotensi terjadi. Untuk hari ini yen akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.50 – 98.50 per dolar AS.

Kurs Dollar Naik Bursa AS Turun Agak Tajam

Indeks kurs Dollar AS pada malam hari ini ( 04/15, 16.15 GMT ) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 82.18 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar + 7 pips atau sekitar + 0.09 % . Nilai bergulir terpantau berada di 82.25.

Census Bureau (AS) dijadwalkan akan mengumumkan data bulan Maret mengenai sektor perumahan di Amerika Serikat dan data yang akan dirilis tersebut diperkirakan masih dapat menunjukkan kinerja yang cukup stabil.

Indikator fundamental ekonomi Building Permits diduga akan menggambarkan kondisi yang cukup menggembirakan dan diharapkan dapat tetap di angka 0.94M dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.94M.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS pada hari ini bahwa rentang normal diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 81.96 dan level resistance pada kisaran 82.42.

Adapun kinerja perdagangan saham di bursa AS menunjukkan perkembangan turun dimana indeks saham Dow Jones Industrial Average pada hari ini terpantau melemah sekitar -0.83 % pada 14742.03, dan indeks S&P 500 yang jatuh sekitar -0.99 % pada 1573.29. Indeks saham unggulan NASDAQ Composite Index pada malam hari ini terpantau melemah -1.26 % pada 3259.19.

Forex Trading Vs MLM Matrik


Bisnis Online saat ini sedang Bomming di dunia maya karena dari bisnis online kita dapat menghasilkankan uang yang cukup banyak dan tidak perlu tenaga. Anda ingin menjadi kaya ? Tentunya anda menginginkanya, Tanpa bekerja di perusahaan anda akan mendapatkan uang lebih dari gajih karyawan. Misalkan anda akan berbisnis di bidang Investasi Valas apa MLM matrik ?

Di MLM bila anda ingin kaya maka anda harus membuat orang lain ( Upline anda ) menjadi kaya terlebih dahulu dan pertanyaannya adalah jangankan membuat orang lain menjadi kaya, apakah selama ini anda sudah bisa menjadikan diri anda sendiri menjadi kaya ? Dan di MLM pula nasib anda ditentukan oleh downline anda sekeras apapun usaha anda.

Di Forex Trading anda sendiri yang menentukan nasib anda dengan target harian, mingguan, bulanan, tahunan ya anda sendiri yang menentukan dan sepenuhnya hanya untuk anda keuntungan tersebut walaupun tanpa target pun bisa tetapi bisnis tanpa target profit yang jelas apakah masih bisa disebut bisnis?? tentu bisa, tapi namanya bisnis sampingan dan itu artinya penghasilan gak tetap sementara kebutuhan dan pengeluaran tetap...dan artinya anda tetap harus bekerja untuk dapat penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan dan pengeluaran yang tetap tadi...sungguh melelahkan habis pulang kerja yg harusnya bersantai dgn keluarga malah harus menghadiri home meeting untuk membina downline dan calon downline.

Di Forex Trading, cukup duduk manis di depan laptop sambil ngemil, ngudut, ngopi, sambil bercanda sama anak dan istri, sambil mancing atau sambil melakukan hal2 lain yg menjadi kesenangan / hobby anda pun nggak masalah..setelah target profit harian tercapai selanjutnya proses withdraw terus langsung matiin laptop dan shopping bareng keluarga sambil nunggu transferan masuk ke rekening deh...wuiiihh...sungguh menyenangkan bukan??? bagaimana dgn MLM???

Di forex trading , 90% saya bisa menjemput target harian saya dan ROI 50 s/d 200% dalam 1 hari bukanlah hal yg menakjubkan tetapi sdh biasa.

Saya hanya ingin share saja kepada semua peminat bisnis online agar anda tidak tertipu...

Untuk membedakan program bisnis online beneran atau bohongan sangat mudah, coba anda perhatikan halaman untuk pendaftaran, login, pemesanan produk dan pembayaran/transfer dana coba anda perhatikan ada tulisan https di address bar ada atau tidak ( address bar adalah kolom untuk mengetikkan alamat website di browser anda).

 

Reformasi Ekonomi Spanyol Dapat Kritikan Dari Badan Komisi Indonesia



 Reformasi Sepanyol mendapatkan keritikan yang mendalam dari badan komisi eropa hari Rabu dalam laporan yang menyatakan bahwa penyesuaian negara tersebut mulai kehilangan arah sehingga mengancam sektor keuangan dan mengurangi upaya untuk mendongkrak daya kompetitif Spanyol.

Kepala Ekonom Komisi Eropa Olli Rehn berkomentar paska publikasi laporan tersebut, Spanyol menghadapi tantangan yang signifikan berdasarkan 11 indikator ekonomi, termasuk current account balance, investasi internasional, unit labor cost dan utang sektor keuangan, demikian seperti dilansir monexnews.

Ancaman utama pada Spanyol adalah resesi yang dalam, penurunan nilai aset dan kesulitan akses pembiayaan, sementara Prancis sebagai negara ekonomi terkuat kedua di Eropa mulai kehilangan kemampuan untuk atasi penurunan ekonomi.

Selain itu komisi Eropa juga memperingatkan level utang Italia yang diestimasikan mencapai 127.1% dari output GDP di 2012. Sementara Slovenia masih dalam pengawasan ketat Komisi Eropa, dan menyatakan bahwa negara tersebut perlu mengatasi level hutang korporat yang membengkak sehingga menimbulkan resiko stabilitas sektor perbankan Slovenia.

Sementara itu perekonomian Spanyol telah meningkat dari tiga bulan terakhir 2012, saat output merosot 0,8 persen. ' Kuartal pertama tahun ini jelas tidak terlalu buruk dibandingkan triwulan sebelumnya,' ujar De Guindos, seperti dilansir dari Ipot New.

Kontraksi negara terbesar keempat di zone euro itu 1,4 persen tahun lalu, merupakan kemerosotan tahunan terburuk kedua sejak 1970. Pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy memprediksi, pertumbuhan ekonomi akan kembali pada 2014, jika negara mengikuti program pemotongan biaya dan reformasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi ekonomi.

Pemerintah mengakui harus merevisi perkiraan dip ekonomi hanya 0,5 persen tahun ini. Sementara Bank of Spanyol memprediksi terjun 1,5 persen dalam output tahun ini dan hanya rebound sederhana pada 2014. Spanyol mencatat defisit publik tahunan sebesar 7,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu, meleset dari target 6,3 persen yang disepakati dengan Uni Eropa.

Pasar Forex Minggu Ini

Berdasarkan Meeting Boj minggu lalu sangat bersejarah karena menandai dengan jelas perginya cara-cara lama Boj. Sebuah Boj baru telah lahir berdassarkan dorongan dari pemerintah yang dipimpin Abe dan dengan transisi kepada team pimpinan baru Boj Kuroda.

Pasar modal global terus menyesuaikan diri terhadap ide-ide bahwa kebijakan moneter akan bertambah longgar lagi. Tentu saja pengumuman Bank of Japan minggu lalu adalah penting, tetapi pertimbangkan juga bahwa ECB meninggalkan pintu terbuka untuk pemotongan tingkat bunga yang bisa terjadi dengan cepat bulan depan atau beberapa bulan yang akan datang. Carney mengambil pimpinan di Bank of England dengan mandat yang jelas untuk melakukan pelonggaran. Sementara itu the Fed tetap membeli $85 miliar sekuritas jangka panjang.

Para pengamat matauang mengatakan bahwa ini adalah serangan baru dalam perang matauang. Namun Amerika Serikat dan Rusia tidak melihatnya demikian. Beberapa media Cina telah menyatakan kekuatirannya dan tidak heran kalau beberapa negara seperti Korea Selatan adalah kritis. Kelihatannya channel utama dimana kebijakan moneter dalam mengatasi deflasi adalah melalui ekspektasi terhadap inflasi.

Kelemahan pencipataan lapangan kerja AS di bulan Maret akan mempengaruhi ekspektasi kebijakan dan akan sangat mengaris bawahi pentingnya notulen FOMC yang akan di keluarkan minggu ini.

Akan ada perkembangan ekonomi dan politik di Eropa minggu ini. Data ekonomi akan memberikan gambaran produksi industri dari area euro, Jerman dan Inggris. Di arena politik, pertama-tama, mahkamah Portugal pada akhir minggu lalu menemukan beberapa langkah penghematan yang ternyata tidak konstitusional. Kedua, presiden Itali Napolitano yang berusaha memecahkan kemandekan politik akan dilaporkan sekitar pertengahan minggu ini.

Selanjutnya para menteri keuangan Eropa akan bertemu pada akhir minggu ini. Ada beberapa agenda yang perlu dibicarakan termasuk Siprus, Yunani, Portugal dan yang lainnya.

Di Cina data harga konsumer dan produser telah di keluarkan. Inflasi Cina bulan lalu berkurang dari 10 bulan ketinggian, mengurangi tekanan untuk memperketat kredit. CPI naik 2.1%, kurang dari yang diperkirakan 2.5%. Mungkin perhatian yang lebih dekat saat ini adalah pecahnya wabah flu burung di Cina.



Berita Forex Hari Ini Yen Melemah Tajam Ke Level 47

Pada perdagangan pagi hari ini mata uang yen Jepang untuk pertama kalinya sejak bulan Mei 2009 anjlok tajam hingga mencapai level 99 per dolar (09/04). Anjloknya yen tersebut didorong oleh spekulasi bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Bank of Japan minggu lalu yang ditujukan untuk memerangi deflasi akan makin mendorong turun nilai tukar mata uang tersebut.

Yen mengalami penurunan terhadap 16 rival utamanya, termasuk pula dolar AS. Anjloknya yen terhadap dolar ini telah terjadi selama empat hari berturut-turut. Minggu lalu BoJ mengatakan akan melipatgandakan program pembelian obligasi demi mencapai target inflasi tahunan sebesar 2 persen dalam dua tahun. Jepang hari ini juga telah merilis data transaksi berjalan. Transaksi berjalan Jepang dilaporkan tidak mengalami surplus maupun defisit di bulan Februari lalu. Kondisi ini berada di bawah ekspektasi yang mengharapkan transaksi berjalan membukukan surplus sebesar 0.46 triliun yen.

Bank of Japan minggu lalu telah setuju untuk mempercepat dan memperderas program stimulus moneter longgar dengan cara men-suspen sementara batas kepemilikan sebagian obligasi dan menurunkan batas jatuh tempo obligasi. BoJ juga akan membeli obligasi pemerintah senilai 7.5 triliun yen (77 miliar dolar) setiap bulannya. Angka ini lebih besar dari ekspektasi yang hanya mengharapkan pembelian obligasi bulanan sebesar 5.2 triliun yen.

Meskipun ditegaskan bahwa program stimulus ini bukan dilakukan untuk melemahkan yen, dan hanya bertujuan untuk menggenjot inflasi, akan tetapi prediksi para investor menunjukkan bahwa yen akan terimbas melemah akibat dari kebijakan ini.

Pada perdagangan pagi hari ini yen Jepang terpantau berada di posisi 99.53 per dolar AS. Yen mengalami penurunan tajam dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 99.36 per dolar AS. Posisi yen hari ini adalah yang paling rendah sejak tanggal 7 Mei 2009 yang lalu.

Analis memperkirakan bahwa pergerakan yen Jepang pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan penurunannya. Dorongan melemah untuk mata uang Jepang ini masih sangat dominan sehingga kemungkinan makin anjlok masih terbuka. Akan tetapi pada sesi perdagangan di Asia tampaknya yen akan cenderung konsolidasi sejenak.

Berita Forex EUR/USD Seminggu Kedepan

(Forex) Minggu depan, EUR diperkirakan akan Bullish.

Hal-hal yang menyebabkan Bullishnya EURUSD adalah sebagai berikut:

Pertama, meskipun terjadi penurunan yang besar di Uni Eropa sejak meeting ECB terakhir tetapi ECB tidak membuat pergerakan “easing” yang baru saat ini. Sementara the Fed dan sekarang Jepang, kedua-duanya terlibat dalam operasi stimulus yang besar-besaran. Perbedaan dalam kebijakan bank sentral ini saja akan memberikan support bagi EUR selama minggu yang akan datang.

Kedua, laporan lapangan pekerjaan AS yang mengecewakan, dimana bulan ini hanya 88000 pekerjaan baru yang dihasilkan dari target 200.000. Hal ini menegaskan kembali keraguan the Fed tentang kecepatan dan kekuatan pemulihan ekonomi AS maupun kebijakan yang sekarang sedang dianut.

Namun rally dari EURUSD akan mengalami tekanan jual karena hal-hal sebagai berikut:

Pertama, menurut Presiden ECB Draghi, pemulihan sejauh ini, yang diperkirakan untuk paruh kedua tahun ini tergantung pada resiko penurunan dan data masuk akan di perhatikan dengan ketat. Pada saat yang bersamaan dia menekankan bahwa ECB siap untuk bertindak jika diperlukan.

Kedua, resiko terhadap inflasi secara luas dianggap sebagai seimbang. Namun, seandainya data yang masuk terus melemah hal ini akan menjadi persoalan bagi resiko inflasi untuk jatuh. Pada hari Jumat anggota Dewan Eksekutif ECB Coeure berkata inflasi sedang turun dengan mantap.

Ketiga, dengan ekspektasi “rate” yang di batasi hanya ada sedikit ruang bagi EUR untuk naik dengan besar kapan saja dengan segera, terutama dalam suatu lingkungan ketidak pastian yang berlangsung terus menerus mengenai daerah pinggiran Uni Eropa. Dalam hal ini, perkembangan politik yang sedang berlangsung di Itali akan tetap menjadi fokus juga.

The Power Of Candlestick

( Vibiznews - Forex ) Dalam melakukan transaksi Finansial dalam Forex Trading, Komoditi Trading ataupun Index Trading, diperlukan sebuah analisa pergerakan harga. Dan untuk menganalisa pergerakan harga, setiap investor/trader harus mampu membaca grafik terlebih dahulu. Untuk membaca grafik yang biasa dipakai adalah sebuah grafik sederhana antara harga dan waktu.

Sumbu “X” sebagai waktu (tanggal dan jam) dan sumbu “Y” sebagai harga. Anda dapat perhatikan gambar dibawah ini. Gambar dibawah ini disebut “Candlestick Chart karena bentuknya yang seperti lilin. Untuk grafik, saya mengambilnya pada program metatrader 4, salah satu penyedia realtime chart untuk forex. Anda dapat mendownloadnya dan mengaksesnya dengan cuma-cuma.

Grafik Candlestick ini ditemukan/dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart Candlestick ini.

Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga Sekuritas, Kenapa? Karena harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.

Di dalam Program Metatrader sebenarnya masih ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart dan line chart. Tapi yang paling representatif dan paling banyak digunakan adalah Chart dengan bentuk candlestick.

Gambar grafik Candlestick Chart diatas adalah nilai tukar GBP/USD. Jika Anda melihat garis biru dibagian atas itu adalah harga terakhir dari nilai GBP/USD yaitu sebesar 1,5165. Artinya satu 1 GBP harganya = USD 1,5165 dan waktu pada chart tanggal 5 Maret.

Dalam Chart candlestick interpretasi didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna hijau artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau clsoing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Dan garis vertikal diatas dan dibawah dari candle itu adalah harga tertinggi (highest price) dan harga terendah (lowest price) selama periode yang diberikan. Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap 4 jamnya karena periode yang digunakan adalah per - 4 jam.

Dalam investasi financial ada istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna hijau adalah Bullish pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini: Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Pada awalnya ditemukan Candlestick, sebelum ada warna pada Chart Candlestick, maka untuk Up Candle itu Candle kosong, dan Down Candle itu Candle yang isi (gelap/hitam). Sehingga tidak masalah dengan warna Candle, bergantung dengan selera masing-masing orang.


Pada gambar diatas terlihat bentuk Chart Candlestick dengan keterangan dimana letak harga Open, High, Low, Close. Dengan warna Up Candle adalah Candle yang kosong atau warna hijau atau bisa juga warna lainnya sesuai selera. Dan Down Candle yang isi (hitam) atau warna merah atau bisa juga warna lainnya sesuai selera.

Untuk menerapkan analisa pergerakan harga dengan menggunakan candlestick chart ini perlu latihan dan pemahaman yang lebih mendalam, perlu dipelajari lebih jauh atau bisa dengan mengikuti workshop, salah satu workshop yang dikenal adalah “The Power Of Candle Stick”

Analisa Forex Dengan Teknik Simpro


ANALISA TEKNIK SIMPRO

Dalam sebuah investasi, banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui bagaimana untuk menjalankan investasi mereka dengan baik. Dalam melakukan transaksi financial dalam forex trading, komoditi trading dan index trading, diperlukan sebuah analisa pergerakan harga yang akurat dan tepat untuk membaca pergerakan harga emas, mata uang dan bursa saham di Asia seperti Hangseng, Kospi dan Nikkei. Banyak sekali orang yang belum mengerti trading mengatakan bahwa mereka sudah mengerti trading dan terjun langsung mengelola dana mereka sendiri bahkan celakanya, mengelola dana orang lain yang menimbulkan kerugian bagi dirinya maupun orang lain. Mereka cenderung trading dengan cara mengandalkan feeling, rumor, kata teman dan cara lainnya.

Adapun cara trading yang benar adalah dengan menggunakan analisa teknikal dan analisa fundamental. Analisa fundamental adalah analisa yang dihasilkan berdasarkan berita-berita dan data-data ekonomi yang dirilis. Berita-berita ini pun harus benar-benar disaring, apakah berita yang sesungguhnya atau sekedar rumor yang kita terima. Sumber beritapun harus benar-benar diketahui apakah berita-berita yang kita terima benar-benar dari sumber yang dapat dipercaya atau tidak ? Biasanya sumber berita yang menjadi acuan adalah www.vibiznews.com, www.cnbc.com, www.bloomberg.com, dan melalui media TV CNBC, CNN, dan lain-lain. Adapun, untuk melihat data-data ekonomi yang akan dirilis sesuai jadwalnya, dapat dilihat di www.vibiznews.com.











Selain analisa fundamental, analisa yang digunakan adalah analisa teknikal. Analisa teknikal ini merupakan analisa yang menggunakan data-data sebelumnya untuk menggambarkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisa teknikalyang biasa digunakan adalah pola Head and Shoulder, triple bottom, double bottom, flag, triangle, dan lainnya. Inilah pola analisa teknikal klasik yang masih digunakan sampai saat ini. Untuk membantu membaca analisa teknikal ini, diperlukan berbagai macam indikator antara lain Moving average, bolinger bands, ADX, Stochastic Oscilator, MACD, Ichimoku, Fractal, RSI, garis trendline, Fibonachi Retracement, Fibonachi Expansion dan lainnya. Namun, semua teknikal ini tidak dapat digunakan seluruhnya sekaligus dan cukup sulit untuk menentukan indikator mana saja yang paling tepat untuk dipakai dalam analisa teknikal. Perlu suatu riset yang cukup mendalam untuk mengetahui indikator mana saja yang paling tepat dalam analisa teknikalini.

Adapun hasil riset yang mendalam atas berbagai macam indikator analisa teknikal ini kami namakan analisa teknik Simpro (Simple and Profit). Analisa ini menggunakan indikator Moving Average, Bolinger Bands, ADX (Average Directional Movement Index), dan pola WAVE. Mengapa indikator-indikator ini saja yang digunakan dalam analisa teknik Simpro ? Jawabannya adalah karena hanya 3 indikator dan 1 pola teknikal tersebut yang merupakan indikator yang paling sesuai karakternya dengan pergerakan harga sehingga bisa dipakai untuk menganalisa arah pergerakan harga lebih tepat.

Melalui teknik Simpro ini, setiap orang dapat menganalisa pergerakan pasar karena  dapat mengetahui :

1. Saat kapan untuk masuk pasar.
2. Saat kapan untuk keluar pasar.
3. Saat kapan untuk tidak masuk pasar (wait and see).
4. Bagaimana mengetahui trend pergerakan secara jangka panjang
5. Bagaimana mengetahui adanya perubahan trend.

Hai ini tentunya perlu pembelajaran dari sebuah workshop. Adapun workshop yang dikenal adalah workshop analisa teknik SIMPRO.


Membaiknya Neraca Perdagangan Australia Dorong Kenaikan Aussie

(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan hari ini mata uang aussie tampak mengalami pergerakan yang kembali menguat (03/04). Mata uang Australia ini melanjutkan kenaikannya untuk tiga hari berturut-turut setelah rilis data neraca perdagangan untuk bulan Februari lalu dirilis pagi ini.

Neraca perdagangan Australia di bulan Februari lalu masih mengalami defisit. Akan tetapi defisit yang dibukukan berada jauh di bawah ekspektasi, dan juga jauh dibandingkan dengan defisit yang terjadi di bulan Januari sebelumnya. Penurunan defisit neraca perdagangan ini memberikan sinyal membaiknya ekspor dari Australia sehingga menarik naik nilai tukar mata uang negara tersebut.

Defisit perdagangan di bulan Februari di Australia berada di level 0.18 miliar aussie. Defisit tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan defisit yang terjadi di bulan Januari sebelumnya yang mencapai 1.22 miliar aussie. Sementara itu ekspektasi sebelumnya memperkirakan defisit akan mencapai 1 miliar aussie.

Membaiknya data neraca perdagangan untuk bulan Februari memberikan sentimen positif terhadap pergerakan nilai tukar aussie. Pagi ini aussie terpantau berada pada posisi 1.0461 dolar. Aussie mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.0449 dolar. Pada perdagangan kemarin aussie sempat melejit ke posisi 1.0482 dolar, tertinggi sejak tanggal 27 Maret lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang aussie ini akan cenderung melanjutkan kenaikannya. Aussie berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 1.0420 – 1.0480 dolar.

Penggerak Pasar Minggu Ini


(Vibiznews-Forex) Dolar AS hanya sedikit berubah pada permulaan dari kuartal kedua, dengan pasar Eropa masih dalam liburan. Yen menjadi matauang dengan “bestperforming” kemarin. Dolar AS diperdagangkan dibawah JPY93.50 untuk pertama kalinya sejak tanggal 6 Maret. Tingkat support berikutnya berada pada JPY93.00

Ada tiga penggerak utama pasar sepanjang minggu ini yaitu meeting bank sentral, data ekonomi dan kecemasan mengeni Eropa.

Ada empat meeting bank sentral sepanjang minggu ini. Yang pertama adalah Reserve Bank of Australia, selanjutnya Bank of Japan, Bank of England dan European Central Bank.

Data ekonomi di Asia, survey Tankan Jepang dan beberapa laporan PMI dikeluarkan lebih dulu kemarin, menunjukkan sedikit perbaikan di dalam sentimen, walaupun di antara pabrik besar, yang pesimis masih lebih banyak dari yang optimis. Manufaktur PMI Cina menunjukkan peningkatan sedikit menjadi 50.9 dari 50.1 dan masih dibawah perkiraan para ekonom. Sementara angka HSBC lebih kuat di 51.6, sesuai perkiraan.

Di Eropa, Yunani mengeluarkan laporan kemarin dengan Manufaktur PMI berada di 42.1 turun dari 43 di Februari.

Laporan lapangan pekerjaan AS akan menjadi fitur utama. Konsensus dilapangan; pekerjaan sektor swasta akan berkembang sesuai yang diperkirakan. Sementara sektor mobil juga menjadi pengemudi manufaktur yan penting dan diperkirakan penjualan mobil akan tetap tinggi dalam 5 tahun lagi dengan produser domestik terus mengambil pangsa pasar.

Krisis Eropa terus berlanjut dengan kejatuhan Siprus. Kontrol atas modal akan direview pada akhir minggu. Yang optimis berpikir waktunya hanya tinggal mingguan tetapi yang pesimis berpikir akan makan waktu berbulan-bulan. Pasar juga sedang memperhatikan dengan seksama perkembangan Slovenia karena kelihatannya akan menjadi seperti Siprus. Sementara situasi politik di Itali semakin tidak menentu dengan gagalnya Bersani membentuk pemerintahan bersama.

Euro Terangkat Kabar Kesepakatan Siprus-UE


(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan hari ini pergerakan euro tampak bersemangat (25/03). Euro mengalami kenaikan terhadap 16 rival utamanya, terutama dolar AS. Peningkatan euro ini terjadi setelah adanya kabar bahwa Siprus telah mencapai kesepakatan mendasar dengan Uni Eropa mengenai pengamanan bantuan pendanaan untuk negara pulau tersebut.

Siprus dan troika yang mengawasi program-progam bailout di kawasan euro mencapai kesepatan mengenai paket bantuan yang saat ini sedang dipresetasikan di hadapan para menteri keuangan kawasan euro di Brussels, Belgia. Meskipun masih dibutuhkan persetujuan dari para menteri keuangan, dan belum diketahui detail isi kesepakatan tersebut, akan tetapi tampaknya para pelaku pasar tetap senang-senang saja dan bersemangat menghadapi kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Pada perdagangan pagi hari ini euro terpantau berada pada posisi 1.3029 dolar AS. Mata uang tunggal di kawasan euro ini tampak mengalami kenaikan untuk dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu euro ditutup pada posisi 1.2990 dolar. Kenaikan yang dialami hari ini cukup signifikan yaitu mencapai sebesar 39 poin.

Pada perdagangan hari ini Siprus sekaligus mencatatkan posisi paling tinggi sejak tanggal 16 Maret 2013 lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang kawasan euro ini pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Euro berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 1.3060 – 1.2940 dolar AS.

Euro Bergerak Terbatas, Masih Terjebak dalam Pola Sideways


(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan hari ini mata uang euro tampak berada dalam pola pergerakan yang masih sideways (22/03). Euro masih terperangkap dalam pola konsolidasi setelah pada perdagangan hari Selasa lalu sempat melemah hingga mencapai posisi paling rendah dalam empat bulan belakangan. Sejak saat itu pergerakan euro tidak banyak bergerak dalam kisaran terendah tersebut.

Hari ini juga Euro masih belum bisa keluar dari pola sideways di kisaran terendah dalam empat bulan belakangan. ECB memberikan Siprus waktu hingga awal minggu depan untuk menyetujui persyaratan bailout atau akan kehilangan hak untuk mendapatkan bantuan dari bank sentral kawasan euro tersebut.

Euro mengarah untuk mengalami penurunan mingguan terbesar dalam enam bulan menjelang laporan keyakinan bisnis Jerman hari ini. Kemarin data dari Jerman menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur.

Hari ini euro berada pada posisi 1.2911 dolar. Euro mengalami peningkatan terbatas dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 1.2900 dolar. Pergerakan euro hari ini masih sepi peminat. Pasar tidak bereaksi banyak sebelum ada kepastian mengenai nasib bantuan untuk Siprus, dan apa yang akan dilakukan pemerintah Siprus untuk mengatasi tekanan dari bank sentral Eropa.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan euro pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Mata uang ini mungkin akan mengalami pergerakan yang lebih kentara di sesi Eropa dan As tergantung hasil dari keputusan pemerintah Siprus.

Forex Analyst Picks & Strategies




I sold EURSEK at 8.7315 expecting Risksbank to shift to a neutral monetary policy stance in 2013. I added to the position at 8.6409 as a corrective rebound launched in early January faltered. Prices are bouncing again and I will use this move to add to the short further. Initial resistance is at 8.3641.

I also continue to hold short GBPUSD at 1.5662. Prices have launched a recovery that I will look toward as an opportunity to add to the trade on signs of ebbing bullish momentum below the 1.53 figure.

Finally, I have continue to hold long AUDUSD. My initial target at 1.0365 has been met and I'm now looking for a break above 1.0412 to expose 1.0483.

Indeks Dollar Agak Turun


(Vibiznews – FX) – Pergerakan indeks Dollar AS pada perdagangan forex malam hari ini ( 03/20, 16.42 GMT ) terpantau menunjukkan pergerakan turun . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 83.00 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian turun sekitar -30 pips atau sekitar -0.36 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 82.7.

Menjelang pengumuman penting dari The Fed mengenai penetapan suku bunga acuan dan program Quantitative Easing, indeks Dollar AS nampak lesu dan melemah pada perdagangan valas. Hal ini terkait kemungkinan bahwa bank sentral AS tersebut masih akan mempertahankan suku bunga yang rendah dan program stimulus moneter.

Namun demikian, sejumlah ekonom mengharapkan akan adanya sinyal dari pimpinan The Fed untuk memperlambat laju kebijakan moneter longgar ini, terkait adanya kemajuan pada sektor tenaga kerja di Amerika Serikat. Sejumlah ekonom meprakirakan akan adanya penurunan tingkat pengangguran menjadi 7.3% dari 7.7%

The Fed sebelumnya menegaskan masih akan mempertahankan program pembelian obligasi hipotik sekitar 40 milyar USD/ bulan dan 45 milyar USD/ bulan pada obligasi pemerintah AS, sampai terdapat tanda yang cukup baik pada sektor tenaga kerja.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisa kurs pada perdagangan pada hari ini bahwa range normal pergerakan indeks Dollar AS pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 82.6 dan level resistance pada kisaran 83.25.

Aussie Terkoreksi dari Level 1 Bulan Tertinggi


(Vibiznews – FX) – Pada perdagangan pagi ini mata uang aussie tampak mengalami pergerakan yang cenderung melemah (15/03). Aussie mengalami koreksi setelah pada perdagangan kemarin mengalami peningkatan ke posisi paling tinggi dalam lebih dari 1 bulan belakangan. Aussie tampak mengalami penurunan di tengah koreksi yang bersifat teknikal.

Kemarin aussie melejit kencang dan mencapai posisi tertinggi sejak bulan Februari terhadap dolar AS setelah data dari sektor tenaga kerja Australia menunjukkan kondisi yang mengesankan. Kenaikan tenaga kerja sebesar 71.5K di Australia memberikan outlook positif bagi pertumbuhan. Kondisi ini menurunkan tekanan agar RBA kembali menurunkan suku bunga acuan.

Akan tetapi hari ini aussie cenderung mengalami koreksi setelah tadi malam data ekonomi dari AS memberikan dorongan menguat untuk mata uang dolar. Klaim pengangguran minggu lalu mengalami penurunan sebesar 10.000 orang dan berada di level paling rendah dalam dua bulan belakangan.

Hari ini aussie terpantau berada di posisi 1.0371 dolar. Aussie melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 1.0383 dolar. Kemarin aussie mencapai posisi 1.0402 dolar yang merupakan posisi paling tinggi sejak tanggal 5 Februari lalu.

Analis Vibiz Research dari vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan aussie pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas. Aussie berpotensi bergerak pada kisaran 1.0340 – 1.0400.