Vibiz Media

Vibiz Media
Pasangkan Iklan anda di web portal kami

Berita Daerah

Berita Daerah
Media Pemasangan Iklan Daerah & Investasi Daerah

Vibiznews

Vibiznews
Media Pemasangan Iklan Seputar Investasi & Ekonomi

Info Teknologi

Info Teknologi
Media Pemasangan Iklan Seputar Teknologi

Info Belanja

Info Belanja
Media Pemasangan iklan Seputar Market

Training COA

Training COA
Training COA bersama Property Bisnis Academy

Korea Utara Tidak Lagi Sediakan Akses 3G Untuk Turis

(TEKNOBIZ - Networking) Korea Utara sempat mendapatkan kunjungan dari boss Google pada bulan lalu, dan dalam rentang waktu selama sebulan tersebut Korut mulai memberikan akses internet mobile kepada turis.

Seperti diketahui aturan untuk layanan internet di negara ini masih sangat ketat, dan penggunaannya untuk masyarakat masih sangat dibatasi.

Namun menurut sebuah laporan, sekelompok turis mengatakan bahwa program layanan akses internet mobile telah berakhir dan mereka tidak bisa mengakses internet.

Menurut North Korea Tech, pada sebuah posting di situs Koryo Group diinformasikan bahwa pengunjung dapat membeli kartu SIM untuk panggilan internasional, tetapi akses internet tidak akan tersedia dan kondisi yang ada sekarang ialah kembali kepada kebijakan sebelumnya.

Dari situs tersebut dijelaskan bahwa penggunaan akses 3G bagi orang asing telah dibatasi untuk jangka waktu yang panjang atau dengan kata lain yang bisa menikmati layanan internet 3G hanyalah penduduk Pyongyang saja.

Dengan adanya perubahan kebijakan ini, maka pastinya akan kembali menyulitkan turis yang berkunjung ke negara tersebut.

Batam Bangun Jaringan Internet Untuk Pulau Terluar


(Teknobiz - Networking) Pemerintah Kota Batam akan kembali membangun jaringan Internet dan menara telekomunikasi di kawasan Kepulauan Kota Batam untuk memudahkan komunikasi.

"Kami sudah mulai melakukan pembangunan di daerah perbatasan. Bahkan di Pulau Nipah sudah berdiri satu unit BTS," kata Kepala Badan Komunikasi dan Informasi (Kaban Kominfo) Kota Batam, Salim, Senin.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan lagi di wilayah Semakau Belakangpadang dengan anggaran Rp 300 juta.

"Pembangunan memang tidak mungkin dilakukan pada semua pulau. Tapi kami harap pulau-pulau sekitarnya juga memperoleh koneksi dari BTS tersebut," kata dia.

Ia menyatakan, dengan sistem saat ini yang masih menggunakan panel surya, dianggap kurang maksimal. Tetapi Salim menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan sistem listrik dengan menggunakan gas.

Dengan pola tersebut, kemungkinan dapat mengalirkan daya listrik yang lebih besar.

Sementara itu, kata dia, Kominfo juga berencana membangun lima menara telekomunikasi di wilayah daratan Pulau Batam untuk meminimalisir masuknya jaringan negara luar Batam.

"Pembangunan Teluk Mata Ikan dan Tanjung Memban Kecamatan Nongsa, serta wilayah Galang dan Bulang di sisi selatan Batam sering tidak mendapat sinyal telekomunikasi Indonesia," kata dia.

Hebat! 4 Wakil Indonesia Dipilih Mozilla Ikut Webmaker Training Days


(Vibiznews - Technology) Siapa bilang praktisi teknologi Indonesia tidak diperhitungkan oleh perusahaan teknologi raksasa dunia? buktinyua Indonesia sudah masuk dalam salah satu negara yang diperhitungkan oleh Mozilla. Tim Mozilla Indonesia terpilih mewakili Indonesia ke Yunani untuk mengikuti "Webmaker Training Days" di kota Athena.

Total hanya 40 orang perwakilan yang dipilih Mozilla untuk mengikuti program ini. Dari Indonesia sendiri, Mozilla memberangkatkan empat orang perwakilan yang terpilih. Mereka adalah Artanto Ishaam, Benny Chandra, Fauzan Alfi, dan Viking Karwur.

Program ini digelar Mozilla untuk meningkatkan kemampuan para Mozilla Representative untuk menjadi mentor Mozilla Webmaker. Tujuannya adalah untuk mengembangkan dan menyebarkan semangat membuat web (webmaking) di lingkungan masing-masing.

Para peserta juga dilibatkan dalam proses perancangan kegiatan proyek Mozilla Webmaker sepanjang tahun 2013.

"Diundang mengikuti Webmaker Training Days di Athena merupakan kesempatan besar bagi kami untuk menambah pengetahuan. Kami terinspirasi mengadakan acara Hive di Indonesia untuk mendorong munculnya generasi webmaker di berbagai kota di Indonesia", kata Viking Karwur, Mozilla Representative Indonesia, yang juga menjabat sebagai Mozilla Indonesia Community Manager.

Dalam keterangan tertulisnya, Viking mengatakan bahwa pada acara itu sejumlah staf Mozilla turut hadir dan terlibat langsung seperti Michelle Thorne, Laura Hilliger, Mark Surman, Chris Lawrence, dan Pierros Papadeas.

Pada kesempatan itu, Mozilla juga menggelar acara yang menggabungkan kegiatan webmaking, komik, animasi, robotik, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang diikuti oleh sekitar 100 anak-anak dan remaja setempat. Acara tersebut digelar selama enam hari, mulai 1-6 Maret lalu di Technopolis, Athena - Yunani.

Mozilla Webmaker sendiri merupakan proyek dari Mozilla untuk membantu siapa saja dan di mana pun orang itu berada untuk membuat, belajar, dan bermain menggunakan sarana atau tools berbasis web untuk mendorong hadirnya generasi webmaker.

Acara ini telah membantu jutaan orang untuk berubah diri dari hanya sekadar menggunakan web menjadi mampu membuat web. Semoga semakin banyak praktisi teknologi Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

Target Pemerintah 2014 Seluruh Kecamatan Terintegrasi Internet


(TEKNOBIZ - Networking) Target pemerintah untuk menjadikan seluruh kecamatan di Indonesia memiliki jaringan internet terus digulirkan. Rencananya seluruh kecamatan di Indonesia ditargetkan mempunyai jaringan internet pada 2014, sehingga "e-government" dapat berjalan dengan baik, kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko.

"Dalam konteks itu pemerintah sudah terkoneksi dengan jaringan internet, sehingga lebih maju selangkah," katanya pada lokakarya bertajuk `Integrasi Jaringan E-Government di Pemda DIY`, di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, Pemda DIY merupakan salah satu pemerintah yang infrastrukturnya relatif sudah terbangun dengan baik, sumber dayanya juga cukup memadai, sehingga dapat membangun jaringan "e-government" di seluruh daerah dengan baik pula.

"Pemda DIY kami nilai infrastruktur dan sumber dayanya cukup baik untuk membangun jaringan `e-government`. Hal itu tentu dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain," katanya.

Ia mengatakan, dalam rangka program Indonesia Connectivity sampai saat ini sudah dibangun jaringan-jaringan telekomunikasi ke seluruh daerah terpencil dan daerah terluar.

"Melalui program tersebut telah dilaksanakan program desa berdering dan internet masuk kecamatan. Pada 2014 nanti seluruh desa ditargetkan sudah mempunyai telepon dan seluruh kecamatan memiliki jaringan internet," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ichsanuri mengatakan, "e-government" yang dibangun selama ini masih cenderung parsial, ego sektoral, dan belum mengindahkan kaidah-kaidah integrasi.

"Hal itu mengakibatkan terjadinya pulau-pulau informasi yang tersebar di masing-masing unit kerja sehingga proses komunikasi, `sharing`, dan pertukaran data secara bersama menjadi sulit dilaksanakan," katanya.

Selain itu, menurut dia, kondisi tersebut juga mengakibatkan pengembangan "e-government" menjadi kurang efektif dan efisien serta banyak terdapat duplikasi data maupun "double entry".

"Banyak sekali aplikasi yang dibangun di tiap-tiap unit kerja tetapi keberadaannya tidak bisa memberikan data yang eksklusif bagi kalangan eksekutif untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang menyeluruh dan komprehensif," katanya.

Sebelum lokakarya ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Pemda DIY dalam rangkaian kegiatan "e-government".

Ruang lingkup nota kesepahaman itu di antaranya pengembangan dan implementasi "e-government", bimbingan teknis pertukaran data, peningkatan "e-government", sosialisasi, integrasi data angka satuan kerja, koneksi jaringan tertutup, dan bantuan teknis.